Rabu, 19 November 2025



Tahun 2016 menjadi titik awal perjalanan besar yang tidak pernah disangka akan tumbuh sejauh ini. Ghaisan Cendekia lahir dari tekad sederhana: menghadirkan tempat belajar yang menerima setiap anak apa adanya—tanpa syarat, tanpa label, tanpa batasan. Sebuah ruang kecil, dengan mimpi yang sangat besar: semua anak berhak merasa mampu, dicintai, dan diberi kesempatan berkembang.

Pada awalnya, langkah-langkah itu masih goyah. Fasilitas terbatas, tenaga sedikit, pengalaman pun masih terus dicari. Namun setiap hari selalu ada alasan untuk bertahan: senyum anak yang akhirnya mau duduk sebentar, tepukan kecil di bahu, atau satu kata baru yang berhasil diucapkan setelah berbulan-bulan dicoba. Dari momen-momen kecil itulah keyakinan untuk terus melangkah tumbuh semakin kuat.

Tahun demi tahun, Ghaisan Cendekia berkembang—bukan hanya sebagai lembaga, tetapi sebagai keluarga. Guru-guru belajar untuk lebih sabar, lebih peka, dan lebih sigap. Orangtua menjadi partner sejati yang saling menguatkan. Anak-anak menjadi pusat dari semua perjuangan. Setiap tantangan—mulai dari keterbatasan fasilitas, dinamika orangtua, hingga perubahan kurikulum—dihadapi dengan keberanian yang sama: keberanian untuk terus mencoba.

Ada masa-masa sulit, ketika rasanya semua serba kurang dan serba salah. Ada masa ketika kelelahan menumpuk, mimpi terasa jauh, dan perjalanan tampak terlalu berat. Namun di titik-titik itu pula hadir keajaiban kecil yang selalu menguatkan: perkembangan anak yang tak terduga, dukungan orangtua yang tulus, dan kekompakan tim yang terus terjaga.

Dari 2016 hingga hari ini, Ghaisan Cendekia berubah dari sebuah ruang kecil menjadi rumah besar bagi banyak keluarga. Kegiatan bertambah, program diperkuat, visi dipertajam, dan semangat belajar tidak pernah padam. Kini, setiap langkah yang diambil selalu disertai harapan bahwa lembaga ini tidak hanya mendidik, tetapi juga menjadi cahaya bagi perjalanan anak-anak istimewa.

Perjalanan ini adalah bukti bahwa cinta, ketulusan, dan kerja bersama dapat membangun sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan. Ghaisan Cendekia tumbuh karena perjuangan banyak hati—guru, orangtua, relawan, dan terutama, anak-anak yang setiap harinya mengajarkan arti keteguhan.

Dari 2016 hingga kini, dan untuk tahun-tahun ke depan, Ghaisan Cendekia akan terus berjalan: membersamai, menguatkan, dan membuka jalan bagi setiap anak untuk bersinar dengan caranya sendiri.

Selasa, 04 Juli 2017

 Suatu kehormatan bagi Ghaisan Cendekia diundang untuk berkunjung ke MPR/DPR dan disambut hangat oleh bapak Fadli Zon

Timo yang memang sangat tertarik dengan dunia politik, langsung mengenali pak Fadli dan memanggilnya "bapak fadli zon ya"😊



 Ghaisan mengikuti kegiatan Banten Science Day yang diselenggarakan oleh Adam & Sun Foundations selama 2 hari 1 malam. Merekapun sangat antusias untuk mengenal bagaimana membuat drone, mengetahui bagian-bagian dalam tubuh katak dengan teleskop, melihat bintang dengan teropong, menerbangkan lampion dan mengadakan eksperimen-ekperimen sederhana tentang science










 Mengikuti pelatihan membuat sepatu lukis dan roti sobek di museum transportasi TMII yang diselenggarakan oleh Sampaguita Foundations😊














Karena merekapun layak untuk bisa bersosialisasi dengan yang lainnya. Kali ini siswa ghaisan mengikuti kegiatan PKMP bersama mahasiswa PLB UNJ di mega mendung, mereka antusias, mereka senang karena tidak dibeda-bedakan.

Video ini menggambarkan saat-saat dimana ada simulasi tentang sebuah aksi yang dilakukan para mahasiswa. Video ini pun menjadi bukti bahwa mereka layak dan bisa bersosialisasi dengan yang lainnya.